• Admin

Untuk Jokowi Lagi




"Arek Suroboyo.....

Merdeka... Merdeka... Merdeka

Hari ini kita semua berkumpul..

Alumni seluruh SMA/SMK Suroboyo,

Juga generasi milenial

Untuk satu tekad, satu niat menjadi manusia sehat dan beradab, bermartabat, beragam dalam kesatuan Republik Indonesia, siap revolusi mental

Siap menjadi manusia berkualitas

Setia pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika

Kami bertekad mendukung pemimpin yang sudah teruji, mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin

2019 Jokowi lagi

2019 Jokowi lagi

2019 Jokowi lagi

Merdeka...

Merdeka....

Merdeka...."


Itu naskah deklarasi Alumni SMA/SMK Suroboyo for 01 Jokowi Lagi yang dibacakan Seno Bagaskoro, ketua Aliansi Pelajar Surabaya (APS), diikuti semua alumni yang menghadiri forum terbuka di Surabaya Town Square (Sutos), Surabaya, Sabtu (2/3/2019) siang. Bersamaan forum terbuka itu, juga dilangsungkan Deklarasi Milenial.


Para tokoh hadir di dalamnya, Puti Guntur Soekarno, Whisnu Sakti Buana, Emil Elestianto Dardak, Hanif Dhakiri, Andre Hehanusa, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Jawa Timur Machfud Arifin, dan lainnya. Nuansa nasionalisme kental terasa ketika Addie MS membawakan lagu-lagu nasional, diikuti semua yang hadir.


"Saya melihat ini seperti efek domino, bola salju. Mulai di Jakarta dari Deklarasi alumni UI (Universitas Indonesia) berlanjut di Surabaya dan kota lain. Kemudian berlanjut SMA/SMK di Surabaya. Artinya ini kepercayaan masyarakat, rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin yang baik, membawa Indonesia pada kemajuan peradaban, membawa Indonesia sebagai mercusuar dunia bersama Pak Jokowi," Puti Guntur Soekarno menanggapi agenda.


Puti juga menyikapi keberadaaan ancaman swing voters dikalangan anak muda. Soal ini, Puti mengingatkan bahwa menggerakan kalangan milenial, para anak muda menjadi keharusan.


Anak muda bisa tidak tidur sampai siang untuk menggerakan teman-temannya pada 17 April 2019. Kaum muda harus bangkit semua untuk memilih calon pemimpin untuk Indonesia ke depan.


Indonesia, kata Puti, membutuhkan pemimpin seperti Jokowi yang memberikan satu ruang yang luas untuk anak-anak muda Indonesia, untuk punya harapan, untuk cita-cita mereka. "Ruang untuk membangun Indonesia. Dan saya yakin itu dari Pak Jokowi," tandasnya, lagi.


Anak muda wajib sadar politik. Tidak sebaliknya, apolitik. Indonesia ke depan, membangun peradaban, menyatukan Indonesia, tidak membuat Indonesia terpecah itu ada di tangan anak-anak muda.


"Sejarah Indonesia, persatuan Indonesia ada di tangan anak muda. Dari Budi Utomo, Sumpah Pemuda, terus gerakan anak muda mendorong untuk terjadi Proklamasi. Terus bagaimana Arek Arek Suroboyo di sini berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia sampai reformasi, semua dari anak anak muda," tandas cucu Proklamator Bung Karno ini.


Whisnu Sakti Buana di atas panggung menyerukan salam Arek Suroboyo, Satu Nyali Wani. "Salam Satu Nyali...." teriak Whisnu. Dan serentak dijawab oleh semua yang hadir, "Wani".


Whisnu yang juga Wakil Walikota Surabaya hadir atas nama alumni SMA di Surabaya. Whisnu memastikan semua yang hadir di Sutos hatinya untuk Joko Widodo.


"Hati kita untuk Jokowi. 45 hari lagi pemilu. Mari... kita buat Surabaya hanya untuk Jokowi," ajak Whisnu.


Ketika hati dan pilihan sudah untuk Jokowi, masih kata Whisnu, harus ditindak lanjuti dengan menyampaikan keberhasilan program pemerintahan Jokowi ke tetangga dan warga semua.


"Banyak rakyat Surabaya, Jawa Timur yang belum tahu. Kita berikrar sebagai relawan Jokowi, kitandoor to door untuk kabarkan keberhasilan pemerintahan Jokowi. Keberhasilan pemerintahan Pak Jokowi terbaik selama sejarah pemerintahan Indonesia," tandas Whisnu, anak politikus lawas PDI Perjuangan, almarhum Soetjipto.


Whisnu juga meminta semua mengabarkan capaian keberhasilan pemerintah. "Kita jangan ikut-ikutan bikin hoax. Kabarkan Indonesia akan maju dipimpin Pak Jokowi. Kemenangan bukan pada survei saja. Kabarkan ke tetangga, kita harus menangkan Jokowi," tutup Whisnu.


Dulu Bersaing, Kini Bersanding


Puti Guntur Soekarno dan Emil Elestianto Dardak dulu bersaing dalam bursa pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Namun kini keduanya bersanding untuk satu tujuan, Jokowi satu kali lagi sebagai Presiden Republik Indonesia.


Keduanya berada di satu panggung deklarasi Alumni SMA/SMK Suroboyo for 01 Jokowi, di Surabaya Town Square, Sabtu (2/3/2019) siang.


Emil Dardak, sapaan akrabnya, kini sebagai wakil gubernur mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Namun saat menghadiri deklarasi, Emil atas nama warga Trenggalek yang dikuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).


"Atas nama warga, KTP Trenggalek, saya selama empat tahun merasakan pembangunan sampai pelosok desa. Jatim sekarang berdaulat. Indonesia berdaulat bukan saja di Samudera Pasifik tapi juga Samudera Hindia.


Pembangunan, kata Emil, sekarang bisa dirasakan hingga desa. Pembangunan dengan teknologi yang bisa dimanfaatkan, dirasakan para anak muda mempercepat serta mendorong ekonomi kreatif.


Pasar di desa tidak becek lagi. Tidak lagi beratap terpal. "Inilah Indonesia bekerja nyata. Ayo pilih yang sudah bekerja. Ayo jadi generasi kerja," Emil mengkampanyekan Jokowi.


Menurut pengamat politik FISIP Unair Hari Fitrianto, Emil merupakan negarawan millenial. Di usianya yang masih tergolong muda untuk ukuran pemimpin di level regional dan nasional. Emil memiliki kecakapan komunikasi yang dibutuhkan oleh Indonesia.


Hari juga melihat bahwa Puti memiliki sifat kenegarawanan pula, mengingat panasnya perseteruan saat pilgub jatim berlangsung tahun lalu. Puti dewasa dalam melihat situasi, terlepas dari kepentingan partai untuk memenangkan Jokowi, Puti mampu mendistorsi level pertarungan pilgub yang panas kedalam ruang kepentingan nasional yang lebih luas.


Acara Deklarasi millenial ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh yang gencar mengkampanyekan 01. (*)

0 views

© 2019 PUTIGUNTURSOEKARNO.ORG