• Admin

Puti Berbagi Tips Memasak Cepat dan Sehat di Kampung Kue



KAMPUNG KUE di Jalan Rungkut Lor II, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, Rabu (16/1/2018), terlihat berbeda. Kegiatan Posyandu Balita yang menjadi agenda rutin bulanan itu didatangi Puti Guntur Soekarno.


Kedatangan cucu Proklamator Bung Karno itu selain secara aktif ikut dalam kegiatan Posyandu, juga demo masak menu sehat untuk Balita. Karuan saja kawasan padat penduduk yang mayoritas warganya membuat aneka jajanan itu terlihat lebih semarak.


Puti yang merupakan calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan, daerah pemilihan (Dapil) Jatim I (Surabaya-Sidoarjo), nomor urut 2 terlihat antusias memasak. Layaknya pemandu program siar memasak di televisi, Puti yang pernah lima tahun lebih mengelola bisnis katering menerangkan proses demi proses memasak.


"Hari ini padat acaranya, tidak sempat ke pasar. Tadi di rumah buka kulkas dan ambil isinya. Ada telur, keju, terigu, kentang," urai Puti yang disimak ibu-ibu dengan mimik serius.


Karena ada permintaan harus membuat menu untuk Balita, Puti membuat perkedel keju. Selain itu, bikin semur telur yang menjadi favorit keluarga Puti Guntur Soekarno. Karena untuk anak-anak, semur telur tanpa memakai merica.


Koordinator Kampung Kue Rungkut, Choirul Mahpuduah menjadi partner Puti dalam demo memasak. Puti terlihat merajang bawang putih dan merah, sedangkan Choirul Mahpuduah mengurai bihun.


Selesai memotong bawang merah dan putih, Puti menumisnya sekitar 10 menitan, sampai tercium aroma harum. Obrolan keduanya terbangun selama memasak.


"Apa resolusi 2019 untuk perempuan di Surabaya khususnya dan Indonesia umumnya," tanya Choirul Mahpuduah. Mendengar hal itu, Puti berpesan bahwa perempuan, termasuk ibu-ibu di Kampung Kue harus bersemangat, harus mandiri. Menurut Puti, perempuan multi tasking.


Proses menumis bawang putih dan merah selesai, Puti menambahkan sedikit air dan memanaskannya sampai mendidih. Selanjutnya kecap manis ditambahkan, disusul sedikit garam. Ketika kuah masih mendidih, telur diceplok. Sedikit bihun ditambahkan.


"Jadi ini semur telur yang nyemek-nyemek, bukan yang bulat-bulat. Kalau saya suka yang nyemek-nyemek. Gula ditambahkan belakangan sebagai pengganti Msg. Gula mampu menguatkan rasa," kata Puti yang kali ini sambil menyiapkan kentang rebus buat perkedel.


Menyimak hal ini, Choirul Mahpuduah mengatakan bahwa menu semur telur cukup cepat disajikan dan sehat. "Menu semur telur ini cepat penyajiannya. Ibu-ibu bisa masak cepat sehingga setelah itu bisa cepat melayani pembuatan pesanan telur," timpal Choirul Mahpuduah pada ibu-ibu yang berkerumun.


Choirul Mahpuduah menambahkan bahwa semangat ibu-ibu di Kampung Kue untuk mengubah dan meningkatkan perekonomian warga. Dengan meningkatnya ekonomi maka meningkat pula derajat kesehatan dan pendidikan anak-anak warga. Punya uang bisa belanja makanan bergizi, bisa ke dokter saat sakit dan bisa menyekolahkan anak-anaknya.


"Dengan kreasi masakan oleh Mbak Puti memberi inspirasi ibu-ibu Kampung Kue untuk lebih kreatif, walau pesanan kue membludak," urau Choirul Mahpuduah, lagi.


Sementara itu, setelah semur telur selesai, langsung dicicipi dan menjadi menu sarapan sejumlah warga. "Enak semur telurnya. Ini langsung saya pakai sebagai menu sarapan," tutur Samanhudi, sekretaris RT 04, RW V, Rungkut Lor seraya menenteng piring yang telah kosong.


Demo memasak dilanjutkan, Puti menghaluskan kentang yang sudah direbus setelah sebelumnya menambahka keju, merica, terigu, telur dan bahan lain. Dia mencampur adonan perkedel, disusul membuat bulatan demi bulatan kecil lantas menggorengnya.


Sengaja dibuat kecil karena di kampung ada anak-anak menunggu matangnya perkedel ala Puti. (*)

9 views

© 2019 PUTIGUNTURSOEKARNO.ORG