• Admin

Mbak Puti di Tambak Pring Timur Asemrowo




Puti Kutip Memori Harmonisasi Nasionalis-Relijius

Hubungan nasionalis-relijius sudah terbangun lama sebelum Indonesia merdeka.  Bung Karno sebagai presiden pertama RI sekaligus Proklamator Kemerdekaan, dan KH Hasyin Asy'ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama (NU)  ketika itu membangun komitmen untuk Indonesia. 

Bung Karno sebagai nasionalis yang relijius,  serta KH Hasyim Asy'ari sebagai relijius yang nasionalis. Memori harmonisasi ini disampaikan Puti Guntur Soekarno saat menghadiri pengajian di Tambak Pring Timur,  Kecamatan Asemrowo Surabaya,  Minggu (27/1/2019).

"KH Hasyim Asy'ari sahabat kakek saya, Bung Karno. Ketika itu keduanya bertemu di Surabaya,  kota perjuangan," papar Puti yang disimak ibu-ibu. 

Dalam pertemuan tokoh nasionalis-relijius itu,  masih kata Puti,  Bung Karno bertanya ke KH Hasyim Asy'ari tentang pentingnya perpaduan nasionalis-relijius. Kaum ulama dan kaum santri bersama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. 

Ketika itu, lanjut Puti,  KH Hasyim Asy'ari menegaskan wajib hukumnya perjuangkan kemerdekaan Indonesia. Cinta Tanah Air sebagian dari iman.  Hasil perjuangan dua tokoh itu wajib diteruskan oleh seluruh rakyat Indonesia.  Termasuk ibu-ibu. "Perempuan tiang negara.  Baik perempuannya maka baik negara,  buruk perempuannya maka buruk negaranya, " tandas Puti.  Dari Sabang sampai Merauke,  Miangas hingga Pula Rote,  perempuan memiliki peran besar dalam menanamkan cinta Tanah Air ke anak dan cucunya.  Puti juga menyampaikan dirinya sebagai perempuan yang ingin mengabdi untuk Indonesia. Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan, daerah pemilihan Jatim I (Surabaya-Indonesia),  nomor urut 2 ini membuktikan diri bahwa caleg tidak cuman turun jelang coblosan.   Bagi Puti, warga Surabaya adalah saudaranya.  Karena kakeknya,  Bung Karno lahir di Surabaya. "Banggalah warga Surabaya,  Bung Karno, proklamator,  presiden pertama RI lahir di Surabaya, " pungkas Puti.  (*)

0 views

© 2019 PUTIGUNTURSOEKARNO.ORG