• Admin

Ketika Puti Silaturahmi Media ke SS - She Radio



Diskusi Perkembangan Etika Media Hingga Pahlawan Ekonomi


SURABAYA - Puti Guntur Soekarno lewat program silahturahmi media mendatangi Studio Suara Surabaya (SS) Radio, di Bukit Wonokitri Surabaya, Selasa (15/1/2018).


Puti diterima di Gedung Surabaya City Guide (SCG) oleh Isa Ansori (penyiar serta Supervisor), Rudi Hartono (Manager Riset and Development serta HRD) berikut Marketing Manager She Radio (SS Radio Grup) Sasetyo Wijang.


Mereka membicarakan perkembangan etika penyiaran mulai pra reformasi hingga sekarang ini. Peran media penting, termasuk dalam mengawal pesta demokrasi yang harus membuat masyarakat pemilih senang sebagaimana pesta. Tidak sebaliknya, tegang.


Dengan Marketing Manager She Radio (SS Radio Grup) Sasetyo Wijang, Puti banyak diskusi tentang perkembangan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dikenal sebagai Pahlawan Ekonomi.


Isa Ansori menyebut bahwa di Kampung Media Bukit Wonokitri terdapat sejumlah media. Ada SS Radio, She Radio, Surabaya City Guide (SCG) sebagai media cetak, dan SuaraSurabaya.net.


"Kami terbuka untuk semua. SS tidak berwarna. Kami menjaga itu semua. Bagi caleg manapun kalau silahturahmi kesini, kami welcome. Pileg dan Pilpres harus sukses karena itu juga menjadi tanggung jawab media," papar Isa.


Isa juga menyebut dalam beberapa kali kegiatan Pilkada dan Pemilu banyak tawaran-tawaran mendukung kampanye dari calon yang nilai kerjasamanya melebihi calon lain. Namun SS Radio menyikapinya dengan mengacu koridor aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). SS memilih memberi ruang kampanye yang diatur KPU.


"Caleg hubungi secara institusi dan pribadi. Kami tetap fokus ke edukasi pemilih. Kalau ada spot iklan kampanye, kami tidak pakai suara penyiar yang dikenal. Kami berpikir jauh ke depan bisa sinergi dengan siapapun," urai pria berkacamata ini.


SS Radio dalam menyikapi peristiwa, kata Isa, tidak mengedepankan adu cepat namun adu ketepatan. Tidak masalah terlembat beberapa menit dalam pemberitaan namun tetap menjadi acuan.


Isa mencontohkan amblesnya Jalan Gubeng. Ketika ada info dari seorang pelapor, kru SS menampung terlebih dulu. Termasuk ketika ada laporan kedua. Selanjutnya reporter diturunkan dan upaya konfirmasi dilakukan dengan mewawancarai pejabat terkait.


Pola yang sama diterapkan ketika sejumlah peristiwa bom meledak di tempat ibadah di Surabaya. Pola ini yang dibangun SS Radio.


"Tensi politik lima tahun terakhir dinamis. Dulu sebelum reformasi, SS gunakan kata demo, unjukrasa tak boleh. Aksi masa tak boleh. Yang boleh istilah di sana ada masyarakat yang sedang berkumpul. Akhirnya pinjam suara aparat untuk menjelaskan kondisi lapanban. Inu karena kata mampu gerakan imajinasi orang, psikoligis dan psikomotorik orang," katanya.


Sementara itu, Puti Guntur Soekarno menegaskan media mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan politik lebih beretika, bersih. Media sebagai penjaga," Puti menambahkan.


Bicara pesta demokrasi, Puti setuju media harus aktif membuat suasana gembira bagi warga Indonesia. "Tidak boleh ada hoax. Harus mengedepankan ide, gagasan. Bukan berita-berita yang tidak benar secara logika namun di alam bawah sadar diyakini," tutup Puti. (*)

6 views

© 2019 PUTIGUNTURSOEKARNO.ORG