• Admin

Hadiri Undangan Syukuran Warga



Puti Guntur Soekarno juga memenuhi undangan pengajian serta tasyakuran yang digelar Ny. Ana Sunarti, warga Jalan Tambak Dukuh I, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng Surabaya, Selasa (25/12).


Sekadar diketahui, Ana Sunarti merupakan ibu kandung Norma Yunita, Caleg DPRD Surabaya dari PDI Perjuangan, Dapil Surabaya I, nomor urut 3. Hadir sekaligus sebagai pembicara, Ustadz Yoyok Santoso atau Aris Yoyok, caleg DPRD Jatim dari PDI Perjuangan, dapil Surabaya, nomor urut 7.


Di hadapan ibu-ibu kelompok pengajian yang hadir, Puti berpesan bahwa Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Negara Kesatuan Republik Indonesia berbangsa satu, Bangsa Indonesia.


Di hadapan ibu-ibu, Puti juga memuji hebatnya politisi perempuan, termasuk Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri. Cerita ini disampaikan juga dengan harapan Norma Yunita terinspirasi kehebatan politisi perempuan.


Puti yang juga caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo), nomor urut 2 ini mengingatkan kembali jalinan persahabatan antara nasionalis dengan nahdliyin, nasionalis dengan relijius sewaktu masa Bung Karno Presiden pertama RI dengan KH Hasyim Asya'ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU).


"Saya bersama Ustadz Aris Yoyok di sini menyampaikan syiar budi pekerti. Bagaimana Islam mengajarkan persaudaraan, saya mengajarkan kebangsaan. Perempuan harus menjaga nasionalisme, cinta NKRI. Menjadi tugas pertama bagi perempuan untuk mendidik anak-anaknya atau cucunya untuk cinta NKRI," pesannya," paparnya.


Indonesia, kata Puti, bukan cuma Surabaya. Indonesia luas, tidak hanya dibentuk satu suku, satu golongan, tidak dibentuk untuk kaya atau miskin. "Indonesia dibentuk dibentuk oleh semua dan untuk semua sebagaimana pidato Bung Karno saat cetuskan ideologi Bangsa, Pancasila," Puti kembali berpesan.


Puti sedikit mengutip cerita masa kecilnya, sewaktu dididik neneknya, Hj. Fatmawati maupun ibu kandungnya sendiri. Semasa kecilnya, Puti sering diceritakan kisah Mahabarata dan Ramayana. Juga Panji Semirang, Bawang Merah dan Bawang Putih, Kleting Kuning dan Hikayat lain Indonesia.


"Dongeng ini harus dibudayakan kembali oleh ibu-ibu sebelum anaknya tidur. Pasti hingga kelak besar, anak-anak akan ingat dan tergiang.


Cinta budaya bangsa ditanamkan ke keluarga Bung Karno. Dia merinci, bapaknya, Guntur Soekarno yang bisa menari Gatotkaca dengan luwesnya karena dibimbing pelatih, Rusman, yang didatangkan langsung dari kelompok kesenian Wayang Orang, Sriwedari Solo.


Puti bisa menari Gambyong dan Panji Semirang. Megawati Soekarnoputri dan Fatmawati Soekarnoputri menguasai Tari Srimpi. Guruh Soekarnoputra mahir Tari Baris dan memainkan semua gamelan Jawa serta Bali.


"Kita harus ajarkan seni dan budaya untuk lebih menanamkan cinta Indonesia pada generasi muda. Dan ini kuncinya ada pada ibu-ibu. (*)

0 views

© 2019 PUTIGUNTURSOEKARNO.ORG